JMS – SUMAu]UT
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Whisnu Hermawan Februanto mengucapkan terima kasih atas kehadiran Insan Pers dalam kegiatan Buka Puasa Bersama.
Kapolda Whisnu mengakui bangga, sebab meski kegiatan ini dadakan dan persiapan terbatas, tetapi awak media tetap mau hadir. Dan selalu terbuka dengan berita yang muncul, asalkan tegasnya informasi yang disampaikan tidak hoax.Kapolda Whisnu minta kepada wartawan untuk menyajikan berita yang TAP (Transparan Akuntabel dan Profesional), sehingga berita yang disajikan dapat menjadi edukas bagi pejabat dan masyarakat.Hal itu disampaikan Irjen Whisnu Hermawan Februanto pada acara buka puasa bersama dengan Wakapolda Brigjen Pol Rony Samtana, para PJU, para Kapolres dan para anggota Polda Sumut serta insan pers dari berbagai Media dengan Tema “Buka Puasa Polri bersama Media” berlangsung di Aula Tribrata Polda Sumut, Kamis, (13/3/25).
Buka Puasa bersama itu digelar secara serentak diseluruh Indoensia, secara virtual. Di Mabes Polri dihadiri Wakapolri Komjen Pol Ahmad Dofiri.
Sambung Kapolda Whisnu menyebutkan, dirinya selalu merespon pemberitaan wartawan jika yang disajikan memiliki nilai positif.
“Saya suka dengan kritik tapi sifatnya membangun dan minta maaf bila telepon atau konfirmasi tidak bisa saya layani. Saya juga sangat cepat merespon kepada rekan-rekan Insan Pers”, ujar Kapolda Whisnu.
Tanpa wartawan rasanya kami dalam bertugas tidak akan terbantu. Saya mengaku sekarang ini banyak sumber informasi di dapat dari media karena semua bisa mengabarkan suatu peristiwa maka kami sangat mendukung Insan Pers, dipaparkan Kapolda Whisnu
Ditekankan Kapolda Whisnu, Insan Pers dipersilahkan melaporkan bila ada anggota Polri yang membekingi narkoba. Akan ditindak tegas dan tidak ada toleransi yang bersalah ditindak tegas tapi yang benar akan dibantu.Sekarang ini yang ditakuti Polri dan TNI adalah Wartawan karena cepat menyampaikan informasi.
Polri akan terus berkolaborasi dengan TNI dan stackholder untuk menjaga Sumut supaya kondusif.
“Banyak masalah yang viral dari Insan Pers baru kami lakukan pendalaman. Tapi yang viral itu belum benar,” tutup Kapolda.
(Bambang Tambunan/Lidia Siagian).